Senin, 14 Mei 2012

terjadinya bumi

Proses Pembentukan Bumi Sebelum itu, mari kita pahami pengertian Bumi: Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Setelah memahaminya, inilah proses pembentukan bumi dari beberapa teori: 1.Theory Big bang Teori ini adalh yang paling terkenal gan. Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi. Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu: 1. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur. 2. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. 3. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi. Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca. 2. Teori Kabut Kant-Laplace Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Ingatkah kamu tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. 3. Teori Planetesimal Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita. Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi. 4. Teori Pasang Surut Gas Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kea rah bintang besar itu. Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat. Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas. 5. Teori Bintang Kembar Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya Kesimpulan Ada dua kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan mengenai proses terbentuknya bumi, yaitu: 1. Bumi berasal dari suatu gumpalan kabut raksasa yang meledak dahsyat, kemudian membentuk galaksi dan nebula. Setelah itu, nebula membeku membentuk galaksi Bima Sakti, lalu sistem tata surya.Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa meledak yang mendingin dan memadat sehingga terbentuklah bumi. 2. Tiga tahap proses pembentukan bumi, yaitu mulai dari awal bumi terbentuk, diferensiasi sampai bumi mulai terbagi ke dalam beberapa zona atau lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

SEJARAH PERSEBAYA

Semakin menjamurnya klub klub sepakbola di eropa pada akhir abad ke 18 juga berpengaruh terhadap negara koloninya. Salah satunya adalah Indonesia (Hindia Belanda) yang menjadi jajahan belanda. Hal tersebut ditandai dengan lahirnya dua klub sepakbola pertama yaitu Sparta dan Victoria di Surabaya pada tahun 1906. Kedua klub tersebut adalah buatan orang-orang Belanda, P. Swens, A Mesrope, A.C Edgar dan E.W Edgar. Pada jaman tersebut, pribumi sangat dianaktirikan, perlakuan tersebut berdampak pada sepakbola, klub-klub tersebut hanya diisi oleh orang-orang Belanda yang ada di Surabaya. Bahkan saat itu pemerintah kolonial saat itu juga melarang warga pribumi bermain sepakbola di lapangan mereka. Sepakbola seolah menyihir masyarakat saat itu, alhasil antusiasme orang-orang Belanda yang senang akan sepakbola membuat orang orang Belanda lain untuk membuat klub-klub baru, akirnya muncul THOR (Tot Heil Onzer Ribbenkast), Exelsior, dan HBS (Houdt Braef Standt). Persepakbolaan di Surabaya pada saat itu sudah menggeliat. Puncaknya, pada saat klub tionghoa pertama di Surabaya yaitu Tiong Hoa juara dikejuaran antar klub tionghoa yang ada diseluruh pulau Jawa. Sukses Tiong Hoa tersebut semakin menggairahkan demam sepakbola saat itu. Kemudia lahirlah SVB (Soerabaiasche Voetbal Bond) oleh orang-orang Belanda pada tahun 1910. Adapun anggotanya pada saat itu antara lain: - THOR (klub ini bertahan sampai sekarang, anggota klub internal Persebaya kelas I) - Exelcior - Ajax - Zeemacht - RKS - Mena Moeria - HBS (klub anggota kelas 2 internal persebaya, tapi singkatannya menjadi HBS (Harapan Budi Setiawan)) - Annasher (sekarang Asayabab) - Tiong hoa 9 klub pada saat itu, belum ada satupun orang pribumi yang bermain untuk klub-klub tersebut. Kebangkitan arek-arek Suroboyo Pemerintah Hindia-Belanda yang melihat potensi yang dimiliki kota Surabaya akhirnya membangun komplek Lapangan Tambaksari. Pada waktu itu komplek Lapangan Tambaksari terdiri dari 3 Bagian, Lapangan A sekarang Stadion Gelora 10 November, Lapangan B sekarang menjadi lapangan Persebaya, dan Lapangan C sekarang menjadi TRS (Taman Rekreasi Surabaya) atau lebih dikenal dengan THR. Lambat laun, SVB (Soerabaiasche Voetbal Bond) semakin berkembang, banyak peminat, namun juga diikuti berbagai masalah. Kemudian, muncul saingan SVB yaitu SKVB (Soerabaische Kantorr Voetbal Bond), dimana SKVB ini anggota klub –klubnya berasal dari intansi-intansi Belanda. Anggota SKVB pada saat itu adalah Aniem, BPM, Brantas, DSS, Gemeentee Sport Vereeniging, Internatio, V. SS, De Vrijbuiters, Douane dan Factotij. Sayang, dalam perkembangannya kompetisi ini gagal menunjukkan kualitas yang mendasari tujuan berdirinya, yaitu memperbaiki kekurangan SVB. Sayangnya diskriminasi terhadap pribumi masih terjadi, banyaknya anak muda yang bermain bola dijalanan-jalanan kota Surabaya. Prihatin dengan kondisi tersebut beberapa orang menengah keatas di Surabaya yang melihat potensi sepak bola yang ada di Surabaya mendorong berdirinya klub klub sepakbola pribumi. Akhirnya satu persatu klub-klub pribumi lahir di Surabaya. Ada Selo, Maroeto, Olivio, Tjahaya Laoet, REGO, Radio, dan PS Hizboel Wathan. Kemajuan klub-klub pribumi semakin dapat menyaingi klub-klub Belanda, tapi karena pada saat itu Belanda menguasai (menjajah) Indonesia, pribumi tetap menjadi korban diskriminasi, padahal prestasi dan skill orang-orang pribumi pada waktu itu tidak kalah dengan orang Belanda. Persamaan nasib, persamaan visi dan misi. Akirnya pada tahun 1927, dibawah prakarsa Paidjo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927 klub-klub pribumi membentuk SIVB (Soerabaiasche Indische Voetbal Bond), inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Persebaya. Kompetisi pertama SIVB dilaksanakan di lapangan pasar turi dengan peralatan seadanya, tapi respon masyarakat Surabaya bagus saat itu kepada SIVB. SIVB pada tahun 1927 sampai pada awal 1930 sering mengadakan kompetisi internal. Karena ketatnya kompetesi internal, SIVB akirnya dapat diisi dengan pemain-pemain yang berkualitas. Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung, MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. IVB mengadakan kompetisi Perserikatan setahun kemudian, dan prestasi SIVB muncul pada tahun 1938, ketika itu berhasil mencapai final sebelum dikalahkan VIJ Jakarta. Pada tahun 1942, Jepang yang menginvasi Indonesia mulai sedikit demi sedikit menghilangkan ke-Belanda-an Indonesia. Hal-hal berbau Belanda harus dihapuskan, termasuk orang-orang Belanda yang menjabat di Instansi-intansi tertinggi. Nama-nama berbau Belandapun harus diganti, akirnya pada tahun 1943, nama SIVB berganti menjadi PERSIBAJA (Persatuan Sepakbola Indonesia Surabaja). Padahal saat itu prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pribumi dan sebagian kecil lainnya adalah tionghoa bisa dibilang sedang melejit. Sayang mereka kembali kalah oleh Persis Solo di final. Akirnya Persibaja yang saat itu diketuai oleh Dr. Soewandi sukses menjadi Juara Perserikatan tahun 1950! Inilah pertama kalinya Persibaja memperoleh juara pada kompetisi Perserikatan setelah menang melawan Persib Bandung. Tidak sampai disitu, Persibaja memperoleh hattrick juara setelah berturut-turut menjuarai Perserikatan pada tahun 1950, 1951 dan 1952. Pada tahun 1960, Persibaja berganti nama sesuai ejaan baru yaitu PERSEBAYA. Setelah berganti nama, Persebaya yang menjadi tim paling ditakuti sejak era Belanda berhasil memperoleh julukan spesialis runner-up kompetisi Perserikatan pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973 dan 1977. Bersama PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta persebaya mendominasi kancah persepakbolaan nasional. Bersambung….. Terima kasih untuk : 1. Jemmy Husni Mubarak (Perkembangan SIVB menuju klub Persebaya tahun 1927-1978) Undergraduate Theses Airlangga University 2. Feri Istanto (admin ligaindonesia.com) Yang telah membuat segalanya (catatan sejarah persebaya bisa di runut kembali) menjadi mungkin

SEJARAH SEPAK BOLA

Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “. Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang. Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara. Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen. Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya. Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola. Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton. Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris. Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain

Populer